Tahukah Anda hubungan berat badan dengan jantung?

Apakah perut Anda membuncit? lengan membesar karena lemak? bahkan di paha dan pipi Anda? Maka Anda mesti lebih waspada dan berhati-hati,karena tanpa Anda dan kita sadari penumpukan lemak juga terjadi secara signifikan di dalam dan sekitar jaringan organ yang tidak semestinya, seperti jantung dan pembuluh darah.

Kegemukan/obesitas di Indonesia sekarang ini semakin mengalami peningkatan, obesitas yang mengakibatkan peningkatan penumpukan lemak dan penimbunan lemak di daerah jantung dan pembuluh darah inilah yang memnyebabkan meningkatnya resiko pada gangguan jantung, baik penyakit jantung koroner atau gagal jantung.

OBESITAS DAN PENINGKATAN RISIKO GANGGUAN FUNGSI JANTUNG

Obesitas dapat meningkatkan gangguan fungsi jantung melalui beberapa mekanisme: Obesitas dan Peningkatan Beban Kerja Jantung: Obesitas dikaitkan dengan peningkatan beban kerja jantung yang diakibatkan oleh peningkatan volume darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen dalam tubuh.

Obesitas dan Penimbunan Lemak di Jantung: Obesitas dapat mengakibatkan akumulasi lemak seperti trigliserida dalam sel-sel jantung. Diduga penumpukan trigliserida dalam jumlah besar dapat memicu kerusakan sel-sel jantung serta mengganggu fungsi pemompaan darah oleh jantung

Obesitas dan Penimbunan Lemak di Sekitar Pembuluh Darah: Penimbunan lemak di sekitar pembuluh darah jantung mengakibatkan kekakuan pembuluh darah dan memicu terbentuknya protein-protein yang bersifat ‘jahat’ sehingga menimbulkan peradangan pembuluh darah jantung, dan pada akhirnya akan mengakibatkan atesoklerosis serta Penyakit Jantung Koroner.

Obesitas dan Faktor Risiko Gagal Jantung: Obesitas dapat memicu tekanan darah tinggi, gangguan lemak dan kencing manis, peningkatan radikal bebas dan peradagangan pembuluh darah jantung, di mana semua faktor ini meningkatkan risiko gagal jantung.

Obesitas dan Gangguan Metabolisme Lemak: Obesitas pada umumnya mengakibatkan gangguan metabolisme lemak atau dislipidemia, ditandai dengan meningkatnya trigliserida, LDL Kolesterol, small dense LDL (partikel LDL yang lebih kecil dan padat) serta menurunnya HDL Kolesterol. Kondisi dislipidemia ini menjadi faktor risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner.

Oleh karena itu, obesitas dengan berbagai konsekuensi dan akibatnya patut diwaspadai dan diatasi. Upaya penurunan berat badan hingga mencapai berat badan optimal merupakan salah satu langkah penting untuk mengatasi obesitas.

(Sumber:Prodia.Co.Id)

So, sayangi jantung Anda dengan mencegah obesitas. Perbaiki sarapan Anda sekarang! Klik DI SINI

Advertisements

Ingin Menurunkan Berat Badan?

langsing slim bodyApakah Anda ingin menurunkan berat badan?

Ingin badan langsing?

Mengurangi lemak?

Sudah menggunakan berbagai cara untuk menurunkan berat badan namun tidak berhasil?

Sudah berolahraga rutin namun juga hasil kurang memuaskan?

Mencoba berbagai diet ketat, rendah kalori dan semacamnya? dan belum menampakkan hasil?

Menggunakan pil-pil diet, namun takut resikonya?

Tidak yakin dengan obat penurunan berat badan apakah baik untuk tubuh?

Mencari cara penurunan berat badan dengan cara alami?

Sudah pernah turun berat badan namun berat badan kembali naik?

Ingin mempertahankan berat badan?

Ingin menjaga tubuh agar selalu tampak ramping?

Ingin lebih bugar dan berstamina?

Punya kendala kesehatan yang berhubungan dengan obesitas?

Jika iya, Anda bisa ikuti tips RAHASIA Langsing dan sehat GRATIS, klik disini

Obesitas adalah Penyakit Menular

obesitas menularApakah Anda makan dengan rutin dan teratur?seberapa banyak porsi Anda? Diluar sarapan, makan siang dan makan malam apakah Anda makan makanan kecil, gorengan, ngemil atau minum yang manis-manis?

Setiap orang punya gaya hidup yang berbeda, tentu juga dengan pola makan yang berbeda. Mungkin hari Anda dimulai dengan minum susu atau jus buah, bisa juga dengan segelas sereal. Atau mungkin roti lapis atau malah nasi telor plus lengkap dengan lauk pauknya.

Tips Rahasia Langsing dan Sehat GRATIS klik disini

Begitu juga dengan makan siang Anda. Satu piring penuh beserta lauk pauknya dan disela-sela jam makan anda mengisinya dengan cake, biskuit, jajanan pasar atau minuman bersoda. Belum lagi setelah makan malam dimana Anda akan berangkat ke ruang tidur dan merasa perut Anda minta untuk diisi, atau mata Anda tergoda dengan snack ringan dimalam hari dan menambahkan minuman manis sirup dan sejenisnya untuk menghilangkan dahaga Anda sebelum memulai mimpi Anda malam itu.

Kesemuanya itu adalah sebuah gaya hidup dan juga pola makan seseorang dimana itu sudah menjadi sebuah kebiasaan sehari-hari. Kita kadang tidak sadar dengan apa yang kita makan, iklan-iklan makanan yang sering kita lihat tentu saja sering membuat kita tergugah untuk mencobanya yang tanpa kita sadari juga apakah makanan tersebut cukup baik untuk tubuh kita apa tidak.

Tips Rahasia Langsing dan Sehat GRATIS klik disini

Dengan pola makan yang asal makan atau pun kurang teratur dan juga tidak memperhatikan kadar kalori dan gulanya, tanpa kita sadari tubuh kita bertambah berat badan, misalkan saja setengah kilo per bulan, yang sama saja dengan penambahan 6 kilogram berat badan per tahun nya, dan dalam 5 tahun saja sudah bertambah 30 kilo, dan apabila pola tersebut tidak berubah akan berakibat terus bertambahnya berat badan.

Sedangkan orang dengan kelebihan berat badan badan dan obesitas tentu saja lebih mudah atau beresiko dengan masalah kesehatan seperti seksual problem (ejakulasi dini, lemah syahwat, dll), hipertensi, diabetes, penyakit jantung, beberapa jenis kanker, hingga stroke.

Mungkin Anda bertanya, Apa maksudnya obesitas adalah penyakit menular? Sebenernya yang menular itu adalah pola hidup dan pola makan kita yang selama ini menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Cara memasak makanan juga termasuk dalam pola hidup, cara memasak yang salah yang berakibat makanan menjadi tidak sehat dan juga bisa berefek pada penambahan berat badan.

Tips Rahasia Langsing dan Sehat GRATIS klik disini

Nah, pola hidup dan pola makan ini juga tanpa kita sadari akan mempengaruhi orang-orang disekitar kita, istri, suami, dan anak-anak nya dikarenakan mereka sebagian mengkonsumsi makanan yang sama dengan pola makan yang sama.

Sebenarnya hal ini bisa dirubah ke arah pola makan yang baik dengan pola hidup yang lebih baik juga. Dengan memperhatikan apa saja yang kita makan dan memperhatikan keseimbangan gizi di tubuh kita, dan jangan lupa kebiasaan minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Tips Rahasia Langsing dan Sehat GRATIS klik disini

* Anda punya masalah dengan berat badan? bingung untuk mempertahankan berat badan anda supaya selalu ideal? Dan punya kendala kesehatan dan pemenuhan gizi? Mudah lelah, loyo, lesu, mudah sakit? Solusi unutk Anda hanyanya mengganti sarapan Anda dengan SHAKE, disini.

Ancaman Dari Obesitas

Kutipan dari : Dep.Kes RI Kesehatan, 15 Maret 2006

AALV001111Masyarakat Masyarakat pada umumnya “Belum menganggap obesitas sebagai ancaman”. Data Departemen Kesehatan yang dirilis pada 1997 menunjukkan, dari perkiraan jumlah penduduk 210 juta, sebanyak 76,7 juta diantaranya menderita kelebihan berat badan dan 9,8 juta penduduk tergolong obesitas.

Kasus tersebut lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada pria. Moira Manurung, Associate Director AC Nielsen Indonesia mengatakan persepsi orang Indonesia atas obesitas, berat badan benar-benar big size dan belum menganggap sebagai ancaman serius.

Obesitas pada bayi dan anak mungkin disebabkan adanya perilaku budaya umum yang menganggap anak gemuk dan montok adalah sehat dan lucu. Menurutnya, di Indonesia konsumen mengartikan makanan sehat berarti makan di tempat-tempat yang higienis. Bahkan di Jakarta, kampanye antiobesitas tak lantas membuat khalayak waspada akan masalah obesitas.

Tips Rahasia Langsing dan Sehat GRATIS klik disini

*Apakah Anda punya masalah dengan berat badan?ingin langsing? diet sehat nan alami? hub di email windhojong@yahoo.com atau klik disini